FBI Merilis Gambar Tersangka Hilangnya Ibu Savannah Guthrie

0
15

FBI telah merilis foto pengawasan dari calon tersangka hilangnya Nancy Guthrie, ibu berusia 84 tahun dari pembawa acara Today Savannah Guthrie. Gambar-gambar tersebut, yang dibagikan pada 10 Februari, menggambarkan seseorang yang mengenakan jaket bulu, sarung tangan, dan ransel sambil merusak kamera keamanan di rumah Guthrie di Tucson, Arizona.

Detail Investigasi

Tersangka terekam dalam empat foto, muncul di teras depan kediaman Guthrie pada pagi hari dia menghilang. Petugas penegak hukum memulihkan gambar-gambar tersebut dari data sisa di sistem backend setelah rekaman awal hilang atau tidak dapat diakses, menurut Agen Khusus FBI yang Bertanggung Jawab Oliver Patel. Individu tersebut tampaknya secara aktif menghalangi pandangan kamera dengan batang bunga sebelum membongkar perangkat Nest. Ciri khas pakaian tersangka adalah jaket dengan ritsleting depan yang menonjol dan sarung senjata yang terlihat.

Respon Publik dan Pencarian Berkelanjutan

Disebarkannya foto-foto tersebut telah memicu reaksi beragam di dunia maya, dengan beberapa orang mengkritik FBI atas keterlambatan sepuluh hari dalam membagikan informasi penting. Yang lain berspekulasi tentang identitas tersangka, dengan teori mulai dari perempuan yang menyamar hingga laki-laki dengan kumis khas. Savannah Guthrie secara aktif berinteraksi dengan para pengikutnya di Instagram, mendesak siapa pun yang memiliki informasi untuk melapor, dengan menyatakan, “Kami yakin dia masih hidup. Bawa dia pulang.”

Cara Membantu

FBI meminta siapa pun yang memiliki informasi tentang hilangnya Nancy Guthrie untuk menghubungi mereka melalui 1-800-CALL-FBI atau mengirimkan tips online di https://tips.fbi.gov/home. Investigasi tetap aktif, dan pihak berwenang berharap gambar-gambar ini akan mengarah pada identifikasi tersangka dan kembalinya Nancy Guthrie dengan selamat.

Urgensi kasus ini menggarisbawahi kerentanan individu lanjut usia dan pentingnya tindakan cepat dalam penyelidikan orang hilang. Keterlambatan dalam merilis gambar-gambar ini menimbulkan pertanyaan mengenai prioritas investigasi dan transparansi publik dalam kasus-kasus penting.