Koki profesional sangat setuju dengan satu merek coklat hash beku: Trader Joe’s. Berbagai pakar kuliner, termasuk mantan karyawan Trader Joe’s dan penata makanan berpengalaman, menyebutkan kemiripan produk yang mencolok dengan kentang goreng McDonald’s sebagai alasan utama preferensi produk tersebut.
Pilihan dengan Suara Bulat
Saat ditanya pilihan pilihan hash brown beku mereka, para koki secara konsisten menamai Hash Browns Trader Joe. Produk beku ini, dijual dalam bentuk khas seperti batu bata, menonjol karena profil rasanya, yang sangat mirip dengan resep ikonik McDonald’s.
Mengapa Koki Lebih Memilihnya
Terrence Gutiérrez, seorang koki dan mantan karyawan Trader Joe, mengakui bahwa dia awalnya menolak kentang goreng tersebut tetapi berubah pikiran setelah mencobanya. Dia sekarang merekomendasikannya untuk makanan cepat saji, terutama jika digoreng atau digunakan dalam sandwich kecil. Rachel DiNunzio, seorang pengembang resep di Kota New York, mengamini sentimen ini, mencatat kesamaannya dengan kentang goreng McDonald’s dan menyarankan bahwa menggandakan waktu memasak yang disarankan akan memberikan hasil yang lebih baik.
Amelia Rampe, editor makanan dengan pengalaman di Dapur ABC Jean-Georges Vongerichten, juga menjamin produk Trader Joe, mengingat daya tariknya yang bertahan lama bahkan setelah bertahun-tahun tidak berbelanja di toko.
Fitur Utama
Hash Browns Trader Joe mengandung kentang, minyak sayur, garam, dekstrosa, dan asam sitrat untuk pengawetan. Bentuknya sangat mirip dengan kentang goreng McDonald’s, menjadikannya bahan dasar yang ideal untuk telur atau topping lainnya. Produk ini tersedia dalam kemasan sepuluh seharga $2,79.
Daya tarik dari kentang goreng ini terletak pada kenyamanan dan rasanya, menawarkan pilihan hidangan cepat dan memuaskan yang diandalkan oleh banyak koki.
Konsensus yang kuat di kalangan profesional kuliner menekankan kualitas dan keserbagunaan produk, menjadikannya pilihan populer bagi para juru masak profesional dan rumahan.



































