Sandwich falafel tradisional Timur Tengah disukai karena teksturnya yang renyah di luar dan lembut di dalam. Namun membuat falafel asli dari awal bisa jadi rumit dan memakan waktu. Metode baru yang disebut “smash falafel” menawarkan jalan pintas: menyebarkan campuran falafel langsung ke pita dan menggorengnya hingga rata. Teknik ini menghasilkan rasa serupa dengan sedikit usaha, dan hasilnya ternyata sangat bagus.
Evolusi Falafel: Dari Menggoreng hingga Menghancurkan
Selama beberapa generasi, falafel buatan sendiri telah menjadi makanan pokok di banyak rumah tangga di Timur Tengah. Meskipun ada campuran yang sudah jadi, jarang sekali yang bisa menandingi rasa falafel yang baru dibuat. Penulis resep ini tumbuh dengan makan falafel buatan sendiri, dan ketika “smash falafel” muncul di media sosial, mereka merasa skeptis. Bisakah versi gorengan benar-benar bersaing dengan versi asli yang digoreng? Pengujian membuktikan hal itu bisa. Kuncinya adalah memasak sisi falafel menghadap ke bawah untuk mendapatkan kerenyahan maksimal, sambil membiarkan sisi pita cukup lunak untuk dilipat.
Mengapa Metode Ini Berhasil
Teknik smash falafel efektif karena:
- Pita Lentur: Mengukus pitas kering sebentar membuatnya lebih mudah dilipat tanpa retak.
- Keseimbangan Renyah-Lembut: Memasak falafel terlebih dahulu akan menjamin kerenyahannya, namun tetap membuat pita tetap lembut.
- Rasa dan Tekstur: Metode memasak datar tetap menghadirkan rasa herby falafel yang ikonik, dengan tambahan kerenyahan dari topping segar seperti sayuran dan acar.
Tip Sederhana untuk Smash Falafel Sempurna
Untuk memastikan keberhasilan, ikuti panduan berikut:
- Gunakan Pita Lembut: Roti pita yang tipis dan lembut paling mudah dilipat. Kukus putaran pita kering dalam microwave selama 10 detik untuk melunakkannya.
- Pisahkan Pita: Potong tiap pita menjadi dua bulatan untuk menjaga rasio roti dan falafel yang tepat.
- Sebarkan Tipis-tipis: Gunakan pisau palet untuk mendistribusikan campuran falafel secara merata ke seluruh pita, tekan agar menempel.
- Wajan Hanya Satu Sisi: Memasak sisi falafel hanya memastikan kerenyahan sekaligus menjaga pita tetap lentur. Membalik dan memasak kedua sisi akan menghasilkan sandwich yang rapuh dan sulit dilipat.
Ikhtisar Resep
Resep ini menyederhanakan proses pembuatan falafel dengan tetap menjaga rasa intinya. Campuran falafel disiapkan, disebarkan ke bagian pita, dan digoreng hingga berwarna cokelat keemasan dan renyah. Pitas yang sudah jadi diisi dengan topping segar seperti selada, tomat, mentimun, dan acar, lalu ditaburi saus tahini (opsional). Hasilnya adalah sandwich falafel yang cepat dan memuaskan yang bahkan dapat dinikmati oleh selera paling cerdas sekalipun.
Detail Resep
Hasil: 4 pitas
Waktu Persiapan: 20 menit
Waktu Memasak: 15 menit
Bahan:
- 4 (6 inci) pita segar
- Campuran falafel buatan sendiri (dingin)
- 3 sendok makan minyak zaitun
- selada gunung es yang diparut
- Tomat cincang
- Mentimun cincang
- Acar lobak dan sayur campur
- Saus Tahini (opsional)
- Zhug (saus pedas Yaman, opsional)
Petunjuk:
- Belah setiap pita menjadi dua dan oleskan kira-kira ⅓ cangkir campuran falafel ke setiap setengahnya.
- Panaskan 2 sendok teh minyak zaitun dalam wajan dengan api sedang.
- Tempatkan satu setengah pita, dengan sisi falafel menghadap ke bawah, ke dalam wajan. Tekan kuat-kuat dengan spatula dan masak selama 3-4 menit, hingga berwarna cokelat keemasan dan renyah.
- Pindahkan ke piring dan ulangi dengan sisa pitas, tambahkan 1 sendok teh minyak di antara masing-masing pitas.
- Taburi dengan selada, tomat, mentimun, acar, saus tahini, dan zhug (jika diinginkan).
- Lipat menjadi dua dan sajikan hangat.
Smash falafel menawarkan cara yang lebih cepat dan mudah untuk menikmati hidangan klasik Timur Tengah ini tanpa mengorbankan rasa. Meskipun mungkin tidak sepenuhnya menggantikan falafel goreng tradisional, falafel ini dapat menjadi alternatif yang lezat dan nyaman.































